13/04/11

Outlet komputer

KLINIKIT.COM

Pada tanggal 11 April 2011, Klinikit.com resmi membuka Outlet komputer di Jl.Tebet Barat Dalam Raya No.94B. Jkt 12810. Telp (021) 46612117.

Klinikit.com berkomitmen untuk menjadi pusat spesialis servis dan penjualan software dan hardware komputer seperti spare part, asesories Dll, dan kami juga melayani berbagai macam jasa seperti :

1. Kontrak maintenance
2. Instalasi dan perbaikan jaringan kabel LAN dan Wireless.
3. Perakitan komputer, dan server sesuai spesifikasi pelanggan.
4. Upgrade komputer, dan notebook.
5. Diagnosa dan perbaikan komputer, dan notebook.
6. Perbaikan printer,UPS, dan peralatan komputer lainnya.
7. Pengadaan software berlisensi.
8. Database & server tuning.
9. Domain email hosting.
10. Migrasi data & operating sistem.
11. Pengadaan hardware NCompunting dan pemasanganya.
12. Pengadaan hardware CCTV dan PABX
13. Menerima permintaan seluruh indonesia

Kami akan Memberikan layanan servis dan perawatan komputer terbaik bagi pelanggan, kami akan trus-menerus meningkatkan kualitas terbaik untuk produk - produk kami, dan kami akan bekerja dengan fleksibel dalam cara bekerja dan pemberian solusi, memberikan solusi secara cepat dengan pencapain hasil yang maksimal.

Tunggu apa lagi? segera manfaatkan program ini dan dapatkan produk-produk berkualitas di klinikit.com. Kami tunggu kedatangan anda!

Salam,

klinikit.com

17/11/10

Pendidikan Anaak Usia dini


Menurut definisinya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Mengapa pendidikan anak usia dini itu penting? Ya, karena masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun.

Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama, sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya.

Periode emas ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya, hingga masa dewasa. Pahami, masa emas ini hanya datang sekali! Apabila terlewat, berarti habis sudah peluang Anda.

Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini dalam bentuk pemberian rangsangan-rangsangan (stimulasi) dari lingkungan terdekat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan anak.

Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:

* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
* Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Adapun rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.

Berikut beberapa ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini :

* Infant (0-1 tahun)
* Toddler (2-3 tahun)
* Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
* Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)

Saat ini, sudah ada beberapa satuan pendidikan penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini, diantaranya adalah :

* Taman Kanak-kanak (TK)
* Raudatul Athfal (RA)
* Bustanul Athfal (BA)
* Kelompok Bermain (KB)
* Taman Penitipan Anak (TPA)
* Satuan PAUD Sejenis (SPS)
* Sekolah Dasar Kelas Awal (kelas 1,2,3)
* Bina Keluarga Balita
* Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
* Keluarga
* Lingkungan

Tidak bisa dipungkiri, pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini.

06/09/10

Memperbaiki Regedit Error - Auslogics Registry Cleaner


Registry repair ini memang tidak banyak berbeda dengan tool untuk memperbaiki registri lainnya. Namun dari sifatnya yang free anda bisa menggunakannya dengan mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya.

Kasus yang saya alami saat ingin menganti antivirus AVG dengan Kaspersky seperti ini:

Ketika AVG sudah di unistal, dan restart lalu saya menjalankan instaler Kaspersky ternyata tidak bisa berjalan.

Pada komputer menyatakan bahwa AVG masih ada dan belum diunistal dengan baik, saya mencoba menggunakan your unistaler namun kasusnya tetap sama.

Dengan Auslogics Registry Cleaner saya mencoba memperbaiki regedit yang error, belum tuntas di bersihkan.
Dan hasilnya bisa menjalankan instaler Kaspersky.

Selamat mencoba
Download Auslogics Registry Cleaner

Info Artikel By PC-Media Weblog

PUNGGAWA IPNU


Beberapa figure dari para pelaku sejarah yang telah berjuang bagi IPNU dalam kurun 55 tahun perjalanannya. Mungkin tidak terhitung banyaknya jumlah tokoh yang telah berperan dalam memberikan kontribusinya bagi IPNU. ini hanya sebagian kecil tapi patut dijadikan contoh bagi kita semua generasi IPNU.

1. M. Sufyan Cholil “Sang Pelopor”

Sosok M. Sufyan Cholil beserta kedua rekannya yakni H. Mustahal dan Abdul Ghoni Farida, merupakan sosok-sosok yang mempunyai peran sangat besar bagi proses kelahiran IPNU. Dari merekalah munculnya gagasan untuk menyatukan komunitas-komunitas pelajar NU yang pada saat itu masih terpisah-pisah dan menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Kegelisahan sosok-sosok tersebut, terkait dengan belum adanya satupun organisasi formal pelajar NU yang mampu menyatukan komunitas-komunitas pelajar NU di berbagai daerah. Merekalah yang memulai memberikan gagasan tentang perlunya sebuah organisasi bagi pelajar NU. Dengan dimotori oleh M. Sufyan Cholil, ketiga Rekan tersebut kemudian membentuk semacam wadah untuk mempersatukan komunitas-komunitas pelajar NU, yang kemudian mereka ajukan gagasan tersebut kepada PP Maarif NU. Atas usulan ketiga Rekan tersebut PP Maarif kemudian menindaklanjutinya. Hal tersebut terbukti pada saat dilaksanakannya Konferensi Besar Maarif NU di Semarang. Permbahasan perlunya wadah baru bagi pelajar NU dalam Konbes di Semarang ini mendapat respon yang positif dari para peserta Konferensi Besar Maarif, yang kemudian pasca pembahasan tersebut secara aklamasi Konferensi Besar Maarif NU mengesahkan berdirinya wadah baru bagi pelajar NU di seluruh Indonesia dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama).

2. Ismail Makky “Motor Organisasi”

Sosok Ismail Makky mungkin merupakan sosok yang bisa disebut sebagai motor penggerak utama bagi IPNU pada masa-masa awal berdirinya. Walaupun pada masa awal IPNU berdiri secara struktur Ismail Makky tidak menempati posisi yang strategis (Ketua Umum/BPH), namun dalam wilayah peran dan kontribusinya bagi perkembangan keorganisasian IPNU Ismail Makky mampu menunjukkan bahwa Beliau adalah sosok organisatoris yang ulung dan itu berlanjut pada saat beliau menjadi Ketua Umum hasil Muktamar IV IPNU di Yogyakarta. Banyak hal-hal baru dalam keorganisasian IPNU yang muncul dari benak Beliau. Salah satunya yang mungkin terpenting adalah Beliaulah yang pertamakali memulai agenda Pekan Olahraga Nasional Pelajar (POR) yang diadakan oleh PP IPNU di Cirebon. POR merupakan ajang unjuk prestasi olahraga bagi para pelajar NU dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Di masa berikutnya POR diganti dengan Porseni dan selalu diadakan bersamaan dalam setiap Kongres IPNU. Selain POR Ismail Makky juga yang mengawali lahirnya Departemen Perguruan Tinggi di tubuh IPNU. Bagi Ismail Makky adanya Departemen Perguruan Tinggi dalam tubuh IPNU merupakan suatu keharusan. Karena baginya apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka dikhawatirkan potensi mahasiswa-mahasiswa NU yang selama ini belum terwadahi akan menyebar kemana-mana. Dari sinilah kemudian yang kelak akan menjadi embrio bagi lahirnya PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) sebagai wadah bagi mahasiswa-mahasiswa NU.

3.Asnawi Latief “Kader Pejuang dan Pejuang Kader”

Asnawi Latief merupakan sosok Ketua IPNU yang mampu menganalisa zaman dengan cepat dan kemudian menungganginya. Pada masa kepemimpinan Asnawi Latief, kondisi perpolitikan Indonesia sedang berada pada posisi kritis, gerakan anti PKI yang meledak pasca Gestapu menjadi santapan media sehari-hari dan mengguncang dunia perpolitikan Indonesia. Hal inilah yang kemudian oleh Asnawi Latief dijadikan sebagai peluang untuk bisa semakin membesarkan dan mengeksiskan IPNU di kancah nasional. Keterlibatan IPNU dalam organisasi KAPPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) yang turut menentang keberadaan PKI, menunjukkan bahwa Asnawi mampu menampilkan IPNU sebagai organisasi pelajar tingkat nasional yang selalu gandrung terhadap perubahan dan pembangunan. Di samping itu, pada masa Asnawi, IPNU untuk pertamakalinya membentuk CBP (Corp Brigade Pembangunan) sebagai antisipasi dari gerakan-gerakan politik PKI dan tentara, CBP kemudian menjadi trade mark bagi kepanduan IPNU. Selain itu Asnawi bersama dengan rekan-rekan pengurus lainnya, berupaya untuk melahirkan suatu konsep baku tentang pengkaderan dalam tubuh IPNU. Hal tersebut kemudian melahirkan suatu buku panduan pengkaderan untuk pertamakalinya bagi IPNU dalam skala nasional.

4. Hilmy Muhammadiyah “Sang Pengayom”

Sosok Hilmy Muhammadiyah mungkin bisa disebut sebagai sosok pemimpin yang mampu mengakomodir semua aspirasi dan merawat jaringan. Melalui tangan dinginnya Hilmy mampu membawa IPNU melalui berbagai tahap perubahan secara sistematis. Dari mulai membangun sebuah tradisi baru dalam kepengurusannya, hingga melakukan perluasan jaringan di tingkatan eksternal IPNU. Dengan menggunakan metode pengayoman dan perawatan kader Hilmy mampu membentuk sebuah kepengurusan yang solid. Dari sini kemudian Hilmy mampu memulai melakukan perubahan dalam tubuh IPNU secara sistematis. Salah satu hal terpenting dalam masa kepengurusan Hilmyadalah dengan adanya perombakan system dalam tubuh CBP. Sebelum masakepengurusan Hilmy CBP telah lama mengalami kevacuuman dan disorientasi. Pada masa Hilmy inilah dilakukan upaya perombakan CBP dari mulai system pengkaderan hingga orientasi dari CBP itu sendiri.

5. Asrorun Niam Sholeh “Sang Pustaka IPNU”

Asrorun Niam Sholeh merupakan salah satu sosok yang sangat peduli dalam dunia pendokumentasian arsip IPNU. Melalui tangannya banyak sekali arsip-arsip lama IPNU yang berhasil diselamatkan. Pemberian kepercayaan pada masa kepengurusan Hilmy Muhammadiyah kepadanya, agar menangani berbagai program terutama yang berkaitan dengan dunia dokumentasi dan tulis menulis, membuat Niam semakin bersemangat untuk terus mengekspresikan potensinya dalam dunia tersebut. Salah satu tinggalan Niam yang hingga sekarang masih tetap eksis adalah Majalah Lensa Remaja yang diterbitkan oleh PP IPNU. Selain itu banyak sekali karya-karya Niam tentang IPNU yang diterbitkan, salah satunya adalah buku sejarah IPNU yang berjudul Kaum Muda NU dalam Lintas Sejarah, yang ditulis bareng dengan Sulthan Fatoni.